#linkwithin_logolink_0 {display:none;}

09/06/12

Marllory Kievman, penemu Obat Cegukan


Cegukan memang sering membuat kita menjadi tidak nyaman, jengkel dan sangat terganggu. Tahukah anda apa obat untuk cegukan ini ? Silahkan simak informasi tentang sang bocah penemu obat cegukan.


Marllory Kievman, anak perempuan 13 tahun menemukan obat cegukan yang bekerja secara efektif. Obat tersebut ditemukan setelah melakukan eksperimaen dengan air garam, jus acar dan obat tradisonal lainnya.

Obat penghilang cegukan itu diberi nama ‘Hiccupops’. Obat tersebut merupakan karya yang terdaftar sebagai bantuan mahasiswa MBA. Setelah penemuan tersebut, Marllory tengah mengajukan paten dan membentuk perusahaan untuk memproduksi, memasarkan dan mendistribusikannya. Demikian diwartakan Smart Planet, Rabu (9/5/2012).

Para siswa kelas delapan dari Talcott Mountain Academy di Connecticut telah memiliki pola pikir yang besar. Tahun lalu, Kievman dipilih untuk menampilkan idenya di ajang Connecticut Invention Convention. Dalam ajang tersebut Dia menyabet penghargaan untuk inovasinya tersebut.

Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan untuk para penemu anak, Kievman bertemu dengan pendiri Startup Connecticut, Danny Briere. Bandan tersebut merupakan sebuah wadah pemerintah yang membantu para pengusaha untuh tumbuh. Sejak saat itu, Briere menjadi salah satu pendukung Kievman. Briere juga mengatur dan membantu Kievman untuk memasuki New York Stock Exchange.

The New York Stock Exchange (NYSE) merupakan bursa efek yang terletak di New York, Amerika Serikat. NYSE merupakan bursa dengan pertukaran saham terbesar dunia. Sekitar 2.800 perusahaan mencatatkan sahamnya di NYSE. Harga saham di NYSE mencapai USD15 triliun dalam kapitalisasi pasar global. Hingga Juli 2004, seluruh 30 perusahaan di Dow Jones Industrial Average dicatatkan juga di NYSE, kecuali Intel and Microsoft.

"Ini sangat jarang ditemukan saat Anda mengevaluasi bisnis. Anda dapat membayangkan suatu perusahaan atau produk menjadi populer 100 tahun dari sekarang. Hiccupops yang memecahkan kebutuhan yang sangat sederhana dan mendasar," kata Briere saat diwawancarai harian New York Times.