#linkwithin_logolink_0 {display:none;}

18/05/12

Kumbang Kepik berbintik indah



      Suka jalan-jalan ke sawah? Pasti pernah ketemu binatang mungil ini. Biasanya, dia hingap di daun-daun tanaman sawah. Kita sering menyebutnya kumbang kepik.

Kumbang kepik, atau dinamakan juga dengan kumbang koksi termasuk dalam kelompok serangga jenis kumbang golongan Coleoptera. Dalam bahasa Inggris, serangga ini disebut ladybugs.


      Serangga sangat mudah dikenali. Bentuknya nyaris bulat. Ukurannya berkisar antara 8-10 mm.  Memiliki sepasang sayap yang keras di punggungnya. Sayap ini berwarna-warni, namun biasanya berwarna cerah dengan pola bintik-bintik bulat. Di balik sayap kerasnya, terdapat sepasang sayap belakang yang tipis transparan. Saat hinggap, sayap ini tersembunyi di balik sayap kerasnya. Saat terbang, sayap belakang ini mengembang dan mengepak dengan cepat. Sayap keras juga berguna sebagai perisai pelindung.


      Makanan si kumbang lucu ini adalah serangga-serangga kecil, misalnya kutu daun dan wereng. Kumbang kepik makan dengan cara menghisap cairan mangsanya. Di kepalanya terdapat sepasang rahang bawah (mandibula) untuk membantunya memegang mangsa saat makan. Ia lalu menusuk tubuh mangsanya dengan tabung khusus di mulutnya untuk menyuntikkan enzim pencerna ke tubuh mangsanya. Setelah itu, ia menghisap jaringan tubuh mangsanya yang sudah berbentuk cair. Seekor kumbang kepik mampu menghabiskan 1.000 ekor kutu daun sepanjang hidupnya.

      Seperti serangga lainnya, kumbang kepik memiliki tiga pasang kaki. Kaki-kaki kumbang kepik sangat pendek. Pada ujung-ujung kaki terdapat rambut-rambut yang sangat halus. Kita hanya bisa melihatnya dengan bantuan mikroskop. Rambut-rambut memiliki bahan perekat yang  membantu si kumbang kepik berjalan di tempat-tempat sulit, seperti permukaan daun yang licin, kaca, atau tembok bangunan.

Dalam siklus hidupnya, kumbang kepik mengalami metamorfosa sempurna. Meliputi fase telur-larva-kepompong-kumbang dewasa. Seekor kumbang kepik mampu hidup  2-3 tahun  di habitatnya.