#linkwithin_logolink_0 {display:none;}

07/04/12

10 Nama yang Ilegal

Tahun lalu Paus mendeklarasikan perang terhadap orang tua yang menamai anak mereka dengan nama selebriti, nama buah atau merek mobil sport ternama. Terhadap para orang tua, uskup agung menganjurkan umatnya untuk ‘memberi nama anak sesuai dengan kalender Kristiani'. Jadi Apple (buah apel), Brooklyn (nama kota) dan Ferrari (merek mobil ternama) tidak dianjurkan, Francisco dan Giulia dianjurkan.

Tapi Paus Benedictus bukan satu-satunya figur berwenang yang berani menggilas salah satu produk dunia selebritas yang konyol ini. Nama-nama berikut ini telah dilarang di beberapa negara di dunia karena alasan selera, kesusilaan atau hanya karena ketidak-pantasan semata.

1)Talula Does The Hula From Hawaii (Selandia Baru):
Hukum Selandia Baru melarang penggunaan nama yang dapat merendahkan seseorang karena ‘suatu alasan’. Ada baiknya juga - negara ini adalah tempat bagi nama-nama konyol. Pernah terjadi, pasangan dari negara ini yang mencoba, tapi gagal menamai putra mereka '4Real', tapi tak ada yang bisa menyaingi keanehan nama di atas. Itu adalah nama seorang anak perempuan berusia 9 tahun, sebelum hakim pengadilan mengganti namanya selama perebutan hak asuh. 'Itu akan merendahkan sang anak,' kata Hakim. Juga akan menyulitkan ketika harus mengisi formulir pendaftaran.

Apakah Selandia Baru telah melarang nama-nama lain? Ya tentu. Hakim juga menyebut nama-nama yang dilarang: Fish and Chips (Ikan dan Kentang) untuk anak kembar, ‘Yeah Detroit’ (Ya Detroit), ‘Keenan Got Lucy’ (Keenan Mendapatkan Lucy) dan ‘Number 16 Bus Shelter’ (Halte Bis Nomer 16) serta Violence (Kekejaman) tidak diperbolehkan.

2) Venerdi alias Jumat (Italia):
Mungkin ini yang dimaksud Paus. Di tahun 2008 pengadilan melarang pasangan Italia untuk memanggil anak mereka dengan nama Venerdi (Jumat). Jaksa menganggap bahwa nama yang diambil dari 'Robinson Crusoe' – akan membuat anak itu 'menjadi olokan' dan dihubungkan dengan 'sifat rendah diri dan perasaan tak aman'. Tetapi orang tuanya, mungkin hanya tertawa; mereka mengancam akan memberi nama anak mereka selanjutnya Mercoledi (Rabu). :maho

Apakah Italia pernah melarang nama lainnya? Pengadilan Italia dapat turut campur 'ketika nama seorang anak akan membatasi interaksi sosialnya dan menyebabkan rasa tak aman'. Di Turin, Andrea tidak dibolehkan (dan diganti menjadi Emma) karena itu adalah nama anak laki-laki di Italia. Dalmata juga tak diperbolehkan, karena berarti anjing Dalmatian. 

3) Brfxxccxxmnpcccclllmmnprxvclmnckssqlbb11116 (Swedia):

Sumpah, nggak bakal ketiduran kalo nulis-nya. Itu adalah nama yang coba diberikan oleh pasangan Swedia pada putera mereka di tahun 1996. Cara penyebutannya adalah 'Albin' (ane bingung, gimana bacanya?), dan pasangan itu memilihnya sebagai bagian dari protes atas ketatnya undang-undang pemberian nama di Swedia. Pihak otoritas pajak harus memberikan izin pada pemakaian nama depan atau nama belakang (surname) sebelum boleh digunakan.

Kasian ya, baru lahir aja udah berurusan dengan pajak. Indonesia mah nyante aja kalo masalah nama, Suparman masih boleh, padahal kan nyontoh nama tokoh Superman .Ada lagi nama yang dilarang di Swedia? Tentu. Yang banyak disukai seperti Metallica, IKEA, Veranda and Q. Google ternyata dibolehkan.

4) Gesher Alias 'Jembatan' (Norwegia):
Di tahun 1998 pengadilan Norwegian memenjarakan seorang wanita (dikabarkan hanya dua hari) karena dia tidak membayar denda setelah memberi nama anaknya dengan nama yang 'dilarang'. Kristi Larsen yang eksentrik mengatakan bahwa dia disuruh seseorang di dalam mimpi untuk memberi nama anaknya Gesher (dalam Bahasa Yahudi berarti 'Jembatan'), tapi pengadilan tidak mau menerima alasannya. Kristi memang sudah punya 13 anak, jadi mungkin dia telah kehabisan ide??

Apakah Norwegia pernah melarang nama lainnya? Tak diragukan, meski baru-baru ini mereka telah mengganti daftar nama-nama yang secara resmi mendapat sangsi dengan pelarangan secara umum terhadap nama panggilan yang mengisyaratkan makian, seks dan jenis penyakit.

5) Chow Tow Alias 'Kepala Bau' (Malaysia):
Tidak seperti kebanyakan negara yang secara berangsur-angsur melonggarkan undang-undang pemberian nama, Pihak berwenang Malaysia telah membatasi pemberian gelar yang tak sesuai di tahun belakangan. Di tahun 2006 orang-orang ‘kurang kerjaan’ di pemerintahan telah mempublikasikan nama-nama yang tak diperbolehkan yang tidak sesuai dengan tradisi relijius negara tersebut – seperti nama panggilan orang Kanton Chow Tow – yang berarti 'Kepala Bau'.

Apakah Malaysia pernah melarang nama lainnya? Kebanyakan julukan-julukan Cina seperti Ah Chwar ('Ular'), Khiow Khoo ('Bungkuk'), Sor Chai ('Gila'). Orang Malaysia juga tidak boleh menggunakan nama Woti, yang berarti 'Hubungan Seksual'.

6) @ (Cina):
Dengan penduduk lebih dari 1 milyar, ternyata menemukan nama yang unik di Cina lumayan sulit. Mungkin karena itulah, salah satu pasangan di sana memanggil bayi mereka dengan simbol '@' – dalam huruf Cina, ternyata itu kelihatan seperti 'mencintainya'. Indah. Tidak mengejutkan, pihak berwenang ternyata kurang dapat menangkap pesan sentimental itu dan mempublikasikan bahwa nama itu adalah sebuah contoh dari penduduk yang coba membawa nama gila ke dalam bahasa Cina.

Apakah Cina pernah melarang nama lainnya? Polisi mempunyai hak kontrol penuh atas semua nama yang diberikan pada anak-anak, karena mereka adalah pihak berwenang yang mengeluarkan Kartu Identitas, tapi detail tentang penolakan nama tidak dibicarakan secara meluas.

7) Miatt (Jerman):
Negara yang anti kesamaan! Mengejutkan, ternyata orang Jerman cukup ‘reseh’ sehubungan dengan undang-undang pemberian nama bayi. Orang Jerman yang menyukai regulasi mempunyai sebuah departemen (the Standesamt) yang memutuskan apakah nama itu cocok digunakan. Miatt ditolak, karena nama ini tidak menunjukkan apakah anak itu berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, tapi terkadang, keputusannya terlihat sewenang-wenang...

Apakah Jerman pernah melarang nama lainnya? Nama ‘Stompie’, Woodstock dan Grammophon tidak dibolehkan, tapi nama-nama aneh lain seperti Speedy, Lafayette dan Jazz dibolehkan.

8) Anus (Denmark): 
Ada apa dengan negara-negara Skandinavia dan undang-undang nama? Orang Denmark lebih keras lagi dibanding orang Swedia, sehubungan dengan nama, para orang tua disodorkan daftar sebanyak 7,000-nama oleh pemerintah untuk dipilih. Izin khusus dibutuhkan jika tidak ingin memilih dari daftar itu, nama-nama etnis, ejaan aneh dan bahkan nama belakang yang digabungkan dilarang. Orang ini beruntung (kami anggap dia seorang pria), Anus adalah salah satu dari 250 nama-nama aneh yang ditolak setiap tahunnya.

Apakah Denmark pernah melarang nama lainnya? Pluto dan Monkey (Monyet) ternyata beruntung diperbolehkan...

9) Ovnis (Portugal):
Sebelum memberi nama anak anda di Portugal, sebaiknya lihat dulu dokumen pemerintah setebal 80 halaman (dan terjemahkanlah ke dalam bahasa anda) yang berisi informasi nama-nama yang boleh dan yang dilarang. Sungguh sangat ketat (dan acak) – Tomás dibolehkan tapi Tom tidak – dan selebriti bisa melupakan nama Apple dan Brooklyn, yang tak ada di daftar larangan. Para wanita Essex akan senang, ternyata – Mercedes diperbolehkan!

Apakah Portugis pernah melarang nama lainnya? Ada lebih dari 2,000 nama yang tercantum di daftar larangan, termasuk Ovnis – Bahasa Portugis yang berarti UFO.

10) Akuma Alias Iblis (Jepang):
Ini adalah nama yang pasti takkan disetujui oleh Paus. Di tahun 1993, salah satu orang tua di Jepang memberi nama anak mereka dengan sebutan Akuma (yang berarti Iblis). Pihak berwenang memutuskan bahwa ini adalah sebuah bentuk penyalah-gunaan hak orang tua terhadap pemberian nama anak, sebuah persidangan kemudian dimulai. Akhirnya sang ayah mengalah dan mengganti nama anaknya dengan nama yang tak begitu seram.

Apakah Jepang pernah melarang nama lainnya? Banyak sekali. Nama harus menggunakan salah satu dari 2,232 huruf 'kanji nama' yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Sumber:http://uk.lifestyle.yahoo.com/family-parenting/10-illegal-baby-names-blog-3-yahoo-lifestyles.html